Rencana Tempat Banner / Logo Member


Komunitas Blogger Tangerang Selatan
Langkah Awal Menuju Citizen Journalism of Tangerang Selatan

Nov 30, 2010

"Makelar Politik" di Pilkada Tangsel (bag. 3 akhir)

oleh cahPamulang

Melanjutkan tulisan sebelumnya :

Saya mencoba mengexplore pertarungan batin yang ada dalam hati bang Arsid saat ini. Ada 2 (dua) hal penting yang menjadi beban Arsid Di Hati yaitu sebagai Birokrat dan satunya sebagai Putra Daerah yang harus memegang Amanah Pemilihnya.

Sebagai Birokrat

  1. Tampilnya Arsid ke Panggung Politik bukanlah serta merta dan apa adanya, IJIN, RESTU dan SOKONGAN dari Pimpinan pastilah ada, tidak akan mungkin melenggang sendirian.
  2. Bila tidak Patuh pada RULE yang sudah disepakati, bisa terhenti karirnya di Birokrasi, dikucilkan dari habitatnya, punya Kursi Tanpa Berkas, berseragam Dinas Tanpa Tugas.

Sebagai Putra Daerah

  1. Dengan Jargon Paham Dah dan Sudah Wayahnya yang sudah membuat bangga Masyarakat Tangsel, kiprah Politiknya dinanti dan diharap.
  2. Dengan perolehan suara yang begitu kuat, tak laik rasanya bang Arsid berkhianat kepada rakyat, berdiiam diri, tidak mampu bersikap.

Keduanya Pilihan yang sulit namun disini bang Arsid akan teruji kemampuan dan keberaniannya, dan bakal terpuji dalam sejarah Pilkada ini, bila :

  1. Bukan masalah apakah di MK anda menang atau kalah, selama proses masih berlangsung, kewajiban Arsid merangkul pendukungnya, bersama mereka Arsid naik, bersama mereka pula Arsid semestinya ada disana.
  2. Bila tulisan fiktif ini ada nuansa kebenarannya, beranikah Arsid menjadi bagian dari saksi kunci kecurangan sistemik yang selama ini disorot banyak kalangan.
  3. Sejarah selalu menorehkan Tinta Emas bagi mereka yang mampu Menyempal dari kondisi penuh Tekanan dan Paksaan, Ancaman dan Kegamanagan pada Situasi Kondisi dan Waktu yang tepat, yang bisa jadi tak akan terulang kemudian.

Demikian saya akhiri tulisan dengan judul berantai ini, selanjutnya saya akan mencoba menulis sesuatu tentang peran serta Masyarakat dalam percaturan Politik di Pilkada Tangsel.

Ada sedikit tambahan kata penyemangat buat Arsid dalam kegamangannya :

"Seorang Jenderal Harus Menang Dalam Pertempuran dan Membawa Seluruh Pasukannya Dengan Selamat"

Pamulang, jelang sore

(mendung, dingin, sedikit berangin)

30 Nov 2010

Sumber : dari catatan FB cahPamulang
READ MORE - "Makelar Politik" di Pilkada Tangsel (bag. 3 akhir)

"Makelar Politik" di Pilkada Tangsel (bag. 2)

oleh cahPamulang

Tulisan ini lanjutan dari posting pertama

yang judulnya kelak bisa disesuaikan bila tulisan ini sudah dianggap cukup.


Tinta Emas Menanti Arsid, Rakyat Pendukung
Jangan Jadi Komoditi Belaka


Saya tulis ulang poin terakhir dari posting sebelumnya,

7. Tapi rupanya bang Arsid yang awalnya dianggap tidak dianggap, begitu dipasangkan dengan Andre OVJ, dulangan suaranya diluar dugaan. Memporak-porandakan semua kalkulasi politik yang sudah dibangun dan kini malah menuai masalah baru.

Masalah baru tersebut adalah duet bang Arsid dan Om Andre ternyata mampu mengalahkan suara sang Primadona! Semua orang kalang kabut, sumpah serapah bertaburan, keringat dingin berceceran bukan bercucuran lagi, bahkan bang Arsid pun bisa jadi klenger melihat posisi perolehan suaranya, walau baru melalui melalui Quick Count. Mulailah para Tim dan Partai pengusung bekerja keras sekerasnya mulai hari itu, jelang malam sebelum hasil dari TPS masuk ke PPK.

Berbekal system yang sudah solid dan mengakar rumput, maka mereka mampu bergerak cepat berpedoman dari hasil Quick Count bahwa suara Arsid harus digembos, setidaknya melewati batas ambang margin error 1% dari hasil survey yang didapat, atau setidaknya harus ada pengurangan 3,000 sd 5,000 suara.

Hitungan mudahnya adalah dari 7 Kecamatan diambil minimal 500 TPS yang saksinya pada bolot dan bolong, dengan target koreksi per TPS adalah 10 suara Arsid harus dirusak. Soal cara diserahkan kepada operator lapangan untuk improvisasi toh mereka sudah mendapatkan kucuran dana dan punya cukup pengalaman untuk itu. Dan mereka pun makin berceceran keringat mendapat tugas itu. Komandannya bisa jadi ex calon pertama yang pernah akan disandingkan dengan sang Primadona.

Namun rupanya begitu sulit mendongkrak suara Airin dalam kondisi suara yang bisa jadi memang terpuruk habis berdasar hasil Quick Count mereka. Sehingga yang didapat hanyalah selisih 1000 an sekian suara yang kalau dikumpulkan adalah setara dengan 500 KK dengan 2 hak pilih atau setara dengan 3 - 4 RT atau setara dengan 1 RW belaka. Dengan mengabaikan perolehan 2 kandidat independen yang ada serta angka golput maka posisi AA dan AB hakekatnya adalah sama-sama kuat.

Sang Gubernur dan Sang Bupati kliyengan mendapati kenyataan ini, karena bang Arsid yang sedianya ditampilkan menjadi pemotong kehadiran pasangan Ahmad - Marisa, kini berubah menjadi Primadona, dielu-elukan pendukungnya, diherankan kemenanganya dan seterusnya. Arsid sekarang sudah menjadi milik publik tak pelak permainan harus dilanjutkan, sekaligus untuk membuktikan kepada khalayak bahwa apa yang selama ini dihembuskan bahwa pasangan Airin suka bermain uang adalah tidak benar di Pilkada Tangsel, terbukti dengan hasil yang berimbang seperti sekarang.

Bila dalam permainan catur bijinya bergerak karena digerakkan, maka dala percaturan Pilkada ini, bijinya sudah tidak bisa digerakan mutlak oleh para Pemainnya, biji catur tersebut kini bergerak dikendalikan dari luar.

Ya, bang Arsid yang tenar kini langkahnya harus mengikuti pola yang terbentuk dilingkungan pendukungnya, suatu pilihan yang sulit antara taat dengan system yang dari awal mengusungnya atau menyempal dan bergabung dengan para pendukungnya.

Bila seorang abang Arsid adalah Putra Daerah dan Petarung Sejati, dan benar-benar ingin menjadi Putra Daerah yang tertoreh Emas namanya dalam sejarah Pilkada, segeralah bergerak, beri semangat Pendukungnya, jangan anda tidak hadiri momen-momen penting paska Pilkada, jangan biarkan pendukung anda bergerak tanpa ada Panglima didepannya.

Ingat bang suara anda hanya selisih 1 RW belaka! Bukan 1 Kelurahan, apalagi 1 Kecamatan.

Terlepas bagaimana cara anda terbang ke atas, tunjukkan kepiawaian anda dalam meyikapi percaturan politik ini, karena salah satu ujian dari kemampuan anda adalah keberanian anda untuk bermanuver, memanfaatkan gelombang yang ada, tak perlu takut dan ragu rakyat akan mencintai dan menjaga anda.

:)

... Berlanjut ditulisan tentang bang Arsid paska Pilkada

( http://bloggertangsel.blogspot.com/2010/11/makelar-politik-di-pilkada-tangsel-bag_30.html)

Dan kalau ada yang bertanya Makelar Poltiknya mana? Kan sudah ada tersurat dan tersirat didalam kedua tulisan tersebut.

Pamulang, jelang siang

(makin gila dan ngaco dan pingin segera berhenti )

30 Nov 2010

Sumber : dari catatan FB cahPamulang

READ MORE - "Makelar Politik" di Pilkada Tangsel (bag. 2)

Makelar Politik di Pilkada Tangsel - Antara Mitos dan Prasangka (Bag-1)

oleh Cah Pamulang

Judul tersebut sudah ngendon lama di draft, mau memulainya dari mana nggak nemu-nemu akhirnya saya mencoba membuat "tulisan fiktif" tentang Pilkada Tangsel yang dalam bayangan saya memiliki titik singgung dengan judul tersebut.

Kalaulah tulisan ini menyentak dan membuat gusar, saya mohon maaf sebelumnya.


Kursi Cantik Menunggu Penumpang.
Siapa Sigap Dia Dapat

Pilkada Tangsel tak lepas dari campur tangan Gubernur Banten dan Bupati Tangerang untuk kepentingan masyarakat Tangsel tentunya. Diawali dengan silaturahmi yang baik diatara keduanya jelang Pilkada Tangsel, maka dibuatlah sebuah kesepakatan yang terbaik buat keduanya.

  1. Sang Gubernur menyiapkan Airin sebagai calon utama
  2. Sedangkan sang Bupati menyiapkan 3 (tiga) kandidat calon pendampingnya, yang setia, kompetan dan bisa bersinergi, yaitu bang Benyamin D, bang Arsid dan mr.X
  3. Yang menjadi pilihan pertama kala itu mungkin mr.X, namun entah mengapa kemudian surut, kemudian muncullah nama bang Arsid, bahkan sempat muncul di FB promosinya, namun tak lama kemudian lenyap juga promo tersebut. Sehingga akhirya muncullah nama bang Ben sebagai pendamping.
  4. Sebenarnya kalau waktu itu Airin jadi disandingkan dengan Arsid, hasil pilkada Tangsel bakalan oke banget, perpaduan antara pasangan yang memiliki dukungan sistem politik yang sudah mengakar (bukan menggurita) dengan seorang putra daerah yang kantong politiknya cukup laik (berdasar survey tentunya).
  5. Namun tak disangka tak dinyana, tiba-tiba ada sepasang balon yang dimata Sang Gubernur bakal bisa manjadi batu sandungan, yaitu pasangan Ahmad dan Marisa, yang walau tak memiliki basis grass root kuat, namun memiliki nilai tawar yang cukup di mata para partai. Maka strategipun dirubah secepat mungkin dengan cara "sehemat mungkin".
  6. Diputuskanlah bang Arsid untuk menjadi pengganjal dengan tampil menjadi orang nomer satu lewat jalur politik, porsi Partai dibelah, Porsi besar untuk Airin porsi kecil untuk Arsid yang penting jangan sampai ada partai yang mendukung pasangan Ahmad - Marisa, strategi ini berhasil, semua dapat bernafas lega. Padahal apalah artinya seorang Marisa dikancah Politik? Tapi demi memuluskan sang Primadona, tentunya segala macam pengaman harus dipasang.
  7. Tapi rupanya bang Arsid yang awalnya dianggap tidak dianggap, begitu dipasangkan dengan Andre OVJ, dulangan suaranya diluar dugaan. Memporak-porandakan semua kalkulasi politik yang sudah dibangun dan kini malah menuai masalah baru.:)

Maaf disambung kelak,... http://bloggertangsel.blogspot.com/2010/11/makelar-politik-di-pilkada-tangsel-bag.html

Badan sudah nggak kuat, otak sudah ngeres saja maunya.

Silahkan reply semaunya, sah dan perlu

Pamulang, jelang tengah malam

29 Nov 2010.

Sumber : dari catatan FB Cah Pamulang

READ MORE - Makelar Politik di Pilkada Tangsel - Antara Mitos dan Prasangka (Bag-1)

Arsid - Andre Pilkada Ini Bukan Opera Sesaat

Seperti pernah saya tulis di FB Notes sebelumnya bahwa pasangan No.4 : Airin - Benyamin yang akan menjadi Pemenang Pilkada Tangsel (walau ternyata perolehan suaranya begitu buruk tidak sebanding dengan power yang gencar digerakkan), maka kini saya mencoba menulis tentang pasangan No.3 Arsid - Andre.

KPUD Tangsel, Gelar Pleno Pilkada Tangsel di Wisma Syahida Inn UIN-17 Nov 2010

Mungkin Pasangan Arsid -Andre tidak akan pernah mengira bahwa posisinya dapat sedemikian berimbang dengan Pasangan 4 dan tidak akan pernah mengira pula bahwa konsolidasi internnya mampu mematahkan kemungkinan Mayoritas suara yang bakal didulang Pasangan No.4.

Ada beberapa 3 (tiga hal penting yang membuat kemungkinan itu terjadi :

  1. Arsid sebagai Birokrat dan Putra Daerah tentu memiliki Potensi yang cukup untuk mendulang suara
  2. Andre sebagai Selebritis yang selalu tapil di Opera Van Java pastilah juga memiliki fans yang akan memilihnya
  3. Masyarakat Pemilih tidak menginginkan adanya Dinasti Banten di Tangerang Selatan

Perpaduan duet ini menjadi daya tarik masyarakat untuk menggelontorkan suaranya saat Pilkada kemarin, satu sama lain saling mendukung, tidak bisa hanya satu orang saja yang mengklaim dirinya yang paling banyak kontribusi suaranya.


KPUD Tangsel, Perwakilan Kandidat 3 Orasi Menolak hasil Pilkada. 17 Nov 2010

"Kemenangan" ini tentunya sangat membanggakan mereka dan para pendukungnya, namun mereka juga harus menyadari bahwa sesuai Peraturan KPU no.73 Th 2009, bila perolehan suara masing-masing lebih dari 30%, maka berapapun selisih suara yang ada maka yang bersuara terbanyak adalah yang akan dinobatkan menjadi Pemenang.

Dan semestinya pula pada saat LSI atau Lembaga Survey lain sudah mengumumkan perkiraan siapa yang bakal menjadi Pemenang, pasangan AA harus secepat kilat melakukan konsolidasi intern untuk menjawab kemungkinan terburuk yaitu kekalahan mereka. Tidak perlu memperdebatkan hasil lembaga survey manapun, karena mereka juga sudah profesional, justru manfaatkan data yang ada untuk meng-evaluasi seluruh kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Lalu dengan mendulang suara yang nyaris berimbang dengan pasangan no.4, dengan selisih perolehan suara 1,115 (ada yg menyebutkan 1,015), langkah apa yang akan mereka lakukan? Tentu saya tidak bisa meramalkan hal itu, hanya saja saya mencoba untuk mebuat beberapa kemungkinan yang bisa dilakukan atau terjadi, yaitu :

  1. Menikmati hasil "kemenangan" ini dan menerima apa adanya yang penting mereka sudah membuktikan suaranya cukup oke di Pilkada Tangsel.
  2. Langsung lemas lunglai karena 17 Nov 2010 KPU sudah menetapkan No.4 menjadi Pemenang Pilkada Tangsel, walau sambil menolak hasilnya.
  3. Konsolidasi dan melakukan evaluasi untuk bergerak menindak lanjuti penolakan hasil Pleno KPU

Itu kira-kira kemungkinan yang saya lihat dan saya tidak akan mempertajam tulisan ini untuk point 1 dan 2 karena itu adalah hal terburuk yang mereka lakukan bila itu terjadi.

Point ke 3 adalah poin yang menarik untuk disimak, dipantengin dan ditunggu-tunggu masyarakat pendukungnya.

Saya mencoba memposisikan diri sebagai bagian dari Silent Majority dari masyarakat pendukung AA yang mencoba memberikan beberapa pandangan sehubungan dengan tindak lanjut Pleno KPU hari ini 17 Nov 2010.

  1. Selisih suara yang hanya seribu sekian itu ekivalen dengan 3 s/d 4 TPS atau setara dengan 2 (dua) RW, jadi dapat dibayangkan selish ini demikian tipis (banget)
  2. Dari selisih yang demikian tipis, bila didapat dari Pilkada yang bersih dari intrik dan manipulasi tentu harus diterima dengan legawa, namun bila ternyata selisih itu karena adanya ketidak beresan system apakah akan dibiarkan?
  3. Isu money politik, serangan fajar, black campaign itu akan selalu ada dalam percaturan politik manapun dan terjadi pada kandidat manapun. Gerakan-gerakan non struktural tersebut rawan penyusupan oleh para agen ganda, karena bisa saja cara itu dipakai untuk menambah bukti akan adanya kecurangan dari lawan politik, apalagi yang bermodal besar, apalah artinya menyebar rupiah, demi lipatan rupiah kelak.
  4. Mengusung isu poin 3 sama saja dengan membunuh waktu untuk konsolidasi, membuat geram dan memecah konsentrasi, lupakan menanggapi isu tersebut, namun bukan berarti isu tersebut tidak didata.
  5. Isu terpenting yang seharusnya diangkat dan diperkuat datanya adalah kecurangan systemik dan struktural yang melibatkan instansi pemerintah dan lembaga terkait Pilkada Tangsel. Dengan adanya bukti kuat dan valid, Pleno KPU 17 Nov 2010 akan gugur ditingkat gugatan hukum.
  6. Jangan pernah hanya melihat lawan dari satu penjuru, carut marut akrobat politik negeri ini sudah bak budaya, kecurangan systemik yang menggurita yang melibatkan banyak pihak adalah senjata ampuh untuk menghabisi lawan.
  7. Dan yang tak kalah penting adalah jangan pernah bertarget Penghitungan Ulang, ini usulan dan target terbodoh, karena hasilnya tidak akan berbeda jauh. Dan anda tetap saja akan jadi pecundang.

Itulah selintas apa yang bisa saya tuliskan buat pasangan Arsid - Andre.

  • Jangan sia-siakan Amanah Pemilih
  • Jangan merasa sudah cukup berjuang
  • Jangan jadikan rakyat pemilih Anda kecewa karena waktu yang terbuang

Akhir kata saya hanya ingin berkata :

Bang Arsid ini bukan Rutinitas Birokrasi,

Bung Andre Ini Bukan Pertujukan Tonil

Ini adalah Torehan Sejarah Pilkada,

Yang akan tercatat hingga kelak

Pamulang, jelang malam

17 Nov 2010

Sumber : dari catatan FB Cah Pamulang

READ MORE - Arsid - Andre Pilkada Ini Bukan Opera Sesaat

Nov 29, 2010

Harapan Saya Kepada Pemerintah Baru Tangerang Selatan Kelak

Pelantikan masih nanti, proses ke MK sedang berjalan.

Siapapun nanti yang memegang kendali Tangerang Selatan, semoga bisa merealisasikan hal-hal berikut :

UMUM

  1. Pengelolaan Sampah berikut pengolahannya (terlontar di MetroTV kala Debat Kandidat). Dan adanya peraturan kepada para pengembang perumahan untuk mengalokasikan sebagian lahannya untuk membuat penampungan sampah sementara.
  2. Tata Ruang Kota Yang Terencana di setiap Kecamatan, bukan hanya Kecamatan yang ketempatan menjadi Ibu Kota Tangsel.
  3. Cek AMDAL semua bangunan Tinggi utamanya di Kawasan Serpong BSD, apakah mereka sudah mematuhi persyaratan treatmen Air Tanah? Ini biasanya dilupakan para pengembang, jangka panjangnya, berdampak macam Jakarta, air tanahnya ludes, diganti air laut.
  4. Pelebaran jalan pada titik kemacetan baru utamanya sekitar VIktor, Ciater, Pamulang1.
  5. Pengelolaan/mempertahankan eksistensi Setu/Wadug yang ada menjadi sarana tandon air yang efektif dan kalau bisa dijadikan sarana rekreasi umum.

WILAYAH (PAMULANG)

Berhubung mainnya hanya diwilayah Pamulang belaka, maka yang kutulis hanya ini :

  1. Banyak buangan sampah dipelosok Pamulang yang semestinya tidak dianjurkan (dilarang) namun masih ada dan masih difungsikan.
  2. Penataan Lingkungan Luar Kecamatan Pamulang dari lapak-lapak yang mengaburkan Facade sebuah Kota Kecamatan. Lapak-lapak tersebut direlokasi ditempat yang laik buat eksistensi mereka, ini berhubungan dengan Rencana Tata Ruang Kota.
  3. Pelebaran jalan seperti yang sudah saya tulis diatas, dan tambahan lagi, trayek angkot agar bisa masuk ke Komplek Perumahan yang selama ini dikuasai ojek. Ini pekerjaan berat namun harus ditemukan jalan tengahnya.
  4. Dua Setu di Pamulang dikaryakan dan diberdayakan, sebagai fungsi tandon air/resapan dan rekreasi umum.
  5. Membantu Pembebasan Tanah untuk rencana Masjid Akbar Tangerang Selatan yang terletak disebelah area rencana Kantor Walikota Tangerang Selatan, karena kalau nggak segera terbeli tanah tersebut kemungkinan bakal dibayarin oleh "cukong" dijadikan Mall atau Tempat Karaoke.

Sekian dari saya, yang akan menambahkan, welcome banget.

Pamulang, jelang Sore

29 Nov 2010

(Tulisan ini akan diupdate seperlunya)

Sumber : FB cahPamulang

READ MORE - Harapan Saya Kepada Pemerintah Baru Tangerang Selatan Kelak

Nov 19, 2010

Sejarah Terbentuknya Kota Tangerang Selatan

Oleh : Djoko loekito Tri Santoso

Melihat daerah Ciputat yang terus menerus macet dan penuh sampah, serta wilayah Serpong, Pamulang yang kurang terurus, bagai daerah tak bertuan, sekelompok aktivis pada tahun 1999 menggagas perlunya daerah Ciputat, Pamulang, Serpong, dan Pondok Aren (Cipasera) menjadi daerah otonomi yang terpisah dari Kabupaten Tangerang.

Berikut penuturan Basuki Rahardjo, yang dirangkum dan ditulis kembali oleh Tim Suar. Basuki Rahardjo adalah salah seorang penggagas pembentukan Kota Cipasera, tentang proses pembentukan Kota Cipasera yang kini menjadi Kota Tangsel.


Pada tahun 1999, Drs.Hidayat, seorang pegawai negeri sipil (PNS), Departemen Luar Negeri, Warga Kecamatan Pamulang, Kabupaten Tangerang, mengajak lima orang teman dekatnya, Sunaryo Supardi, Ust. Muhari, Ust. Zubaidi Ahmad Saidi, Susetyohadi, dan MB Romsay, semuanya warga Kecamatan Pamulang, berkumpul, minum kopi di sebuah kedai. Sambil menikmati segelas kopi hangat, para aktivisi itu berbincang tentang wilayah Cipasera yang perlu ada penataan dan pengelolaan, karena wilayah tersebut bagaikan wilayah tak bertuan (waktu itu). Kemacetan di pasar Ciputat yang tak pernah ada jalan keluar, sampah menggunung sampai ke jalan, penataan dan pengelolaan wilayah lemah, dan jarak dari wilayah Cipasera ke pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa yang jauh (± 50 km).

Saat itu muncul pemikiran dari Hidayat dan teman- teman, bagaimana mengubah kondisi wilayah Kecamatan Ciputat, Pamulang, Serpong, dan Pondok Aren (Cipasera) menjadi daerah otonomi. Artinya wilayah Cipasera harus berstatus sebagai daerah kota otonom, terpisah dari Kabupaten Tangerang. Hal itu dimungkinkan berdasarkan UU no 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Hidayat mulai menulis artikel di harian Radar Tangerang, Media Indonesia dan Kompas, mempropagandakan wacana pemekaran daerah dan agar wilayah Cipasera dibentuk menjadi kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Tangerang.


Melalui Lembaga swadaya masyarakat (LSM) SPOT yang dibentuk spontan ketika itu, mereka mulai bergerak. SPOT, artinya titik atau fokus ke satu masalah, yaitu masalah Otonomi Daerah. Hidayat memperluas wacana perjuangan dengan mengundang teman-teman lain: Slamet Priyono (Serpong), Basuki Rahardjo (Serpong), Achmad Yusuf (Pondok Aren), Yahya Padelang (Pondok Aren), Zaglul (Pamulang) untuk bergabung dalam sarasehan di rumah Susetyohadi, Villa Pamulang. Di dalam perbincangan, muncul usulan agar perjuangan membangun Cipasera jangan memakai baju LSM untuk menghindari dari praduga orang lain bahwa lembaga ini didanai oleh pihak tertentu. Dan gerakan pun meluas ke lintas golongan, lintas etnis, lintas agama, lintas partai, dan lintas profesi.

Bukan hanya itu, perbincangan itu juga agar Kecamatan Pagedangan dan Cisauk masuk ke dalam rancangan Kota Cipasera, karena kalau bicara soal Serpong, disitu ada BSD yang wilayahnya pengembangannya sampai ke Kecamatan Pagedangan dan Cisauk. “Cepat atau lambat, kawasan tersebut akan menyatu menjadi satu dengan kawasan Cipasera,” kata Basuki ketika itu. Untuk memperkuat dan mempersatukan para aktivis yang ingin memperjuangkan pembentukan Kota Cipasera, perlu membentuk sebuah wadah.


Dalam pertemuan, yang dihadiri Hadi Suhendar (Serpong), Basuki Rahardjo N, Slamet Priyono, disepakati membentuk Komite bernama Komite Persiapan Pembentukan Daerah Otonom Kota Cipasera (KPPDO-KC). Komite ini diketuai Basuki Rahardjo dengan sekretaris Hidayat berdasarkan hasil pemilihan melalui voting one man one vote. Tanggal 16 September 2000 KPPDO-KC, mengundang wakil masyarakat dari enam Kecamatan (Kec.Ciputat,Cisauk, Pamulang, Pagedangan, Serpong, dan Pondok Aren), untuk mengukuhkan organisasi KPPDO-KC sebagai gerakan masyarakat yang memperjuangkan wilayah Cipasera menjadi daerah otonom kota.


Dalam pertemuan di rumah Zaglul di Jl.Talas no.45, Pondok Cabe, dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Ciputat, antara lain, Alm. H Aini Umar (mantan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang), muncul gagasan agar segera dibentuk kordinator wilayah (korwil) di masing-masing kecamatan selain perlu mensosialisasikan gagasan Kota Cipasera melalui media.


Selain itu, perlu juga dibuat surat kepada kepala-kepala desa, anggota BPD, dan tokoh-tokoh masyarakat untuk minta dukungan dengan membubuhkan tanda tangan. Anggota KPPDO-KC disebar ke enam Kecamatan, mengumpulkan tanda tangan tokoh masyarakat. Dukungan tanda tangan dari para kepala desa hampir 100 %, kecuali kepala-kepala desa di Kecamatan Serpong. Namun, beberapa orang Kepala Desa di Kecamatan Serpong secara lisan menyatakan persetujuan. Berbekal dukungan tokoh masyarakat, KPPDO-KC mengirim surat kepada DPRD Kabupaten Tangerang agar mengakomodir aspirasi masyarakat. Surat pertama tidak ditanggapi, KPPDO-KC mengirimkan surat kedua, dibawa oleh ketua, diikuti oleh para pengurus.


Rombongan diterima oleh Komisi A, diketuai oleh Norodom Sukarno (kemudian menjadi wakil Bupati Tangerang Periode 200-2008). KPPDO-KC menemui Komisi A DPRD Kabupaten Tangerang. Atas usulan Khamrin Ja’far (wakil Ketua Komisi A), KPPDO-KC diminta agar menemui fraksi-fraksi. KPPDO-KC beberapa kali mengirim surat kepada Ketua DPRD dan Bupati Tangerang (saat itu Agus Djunara), tetapi tidak pernah mendapat jawaban. Ketua KPPDO-KC menemui Ketua DPRD (H Dadang Kartasasmita) di rumah dinas, Citra Raya. Dadang mengatakan, pemekaran Kabupaten Tangerang belum saatnya.


Karena kurang mendapat tanggapan dari DPRD Kabupaten Tangerang, KPPDO-KC me-lobby Komisi II DPR-RI, melalui Patrialis Akbar (Anggota Komisi II). KPDDP-KC meminta agar DPR-RI bisa mengakomodir aspirasi dengan menggunakan hak inisiatif DPR. Namun, Patrialis Akbar menyarankan, agar proses tetap berjalan sesuai prosedur (melalui persetujuan DPRD Kabupaten dan Bupati), agar tidak ada gejolak di masyarakat. Perjuangan KPPDO-KC untuk memperjuangkan terbentuknya Kota Cipasera menemui kendala dan hambatan.


Tak ada kata menyerah dalam perjuangan. Langkah berikutnya ialah anggota KPPDO-KC meningkatkan intensitas sosialisasi dan penetrasi, antara lain lewat artikel-artikel di koran lokal dan nasional, spanduk-spanduk di berbagai penjuru wilayah Cipasera, menyebar pamplet-pamflet di berbagai tempat, menggelar seminar, dll. Tanggal 31 Maret 2002, KPPDO-KC menggelar Deklarasi Cipasera di Gedung Pusdiklat Departemen Agama, Ciputat. Dihadiri oleh masyarakat dengan jumlah lebih dari 1000 orang. Deklarasi juga mendapat pengawalan pasukan garda FKPP (Forum Komunikasi Pemuda Pagedangan).


Acara diliput oleh media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional. Tiga hari Kemudian Ketua KPPDO-KC diundang oleh Stasiun televisi swasta, Metro TV, mengisi acara dialog interaktif. KPDDO-KC juga menerbitkan buku :”Kajian Awal, Pembentukan Daerah Otonom Kota Cipasera”, ditulis oleh Basuki Rahardjo dan Hidayat.Tahun 2004, jabatan sebagai Ketua KPPDO-KC dilepas oleh Basuki berkaitan ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Posisinya digantikan oleh Hidayat, sedangkan jabatan sekretaris diganti oleh Sanya Wiryareja.


Membentuk Wadah Baru
Di tahun yang sama, Margiono, Komisaris Harian Rakyat Merdeka, berinisiatif mengumpulkan tokoh masyarakat beserta KPPDO-KC di gedung Puspiptek. Muncul pemikiran bahwa perjuangan organisasi ini akan dibuat wadah baru dan KPPDO-KC diminta melebur ke dalam wadah baru dengan nama Bakor (Badan Koordinasi) Cipasera. Anggota KPPDO-KC menolak melebur ke dalam Bakor Cipasera walaupun banyak aktivis KPPDO-KC banyak yang ikut Bakor. Sikap ini mendapat simpati dari berbagai organisasi masayarakat. Antara lain Foksinu (Forum Silaturahmi Warga NU), Banteng Muda Pondok Aren, Banteng Muda Ciputat, Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, Kamera, dll. Mereka ingin bergabung dengan KPPDO-KC. Dibentuklah aliansi antara ormas-ormas dengan KPPDO-KC dalam bentuk komisariat bersama (Komber) Cipasera yang diketuai dari masing-masing organisasi dan dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal, Hidayat (Ketua KPPDO-KC yang baru).Dengan demikian, organisasi yang memperjuangkan terbentuknya kota Cipasera menjadi tiga: KPPDO-KC (sebagai pelopor), Bakor Cipasera, dan Komber Cipasera. Ketiga organisasi tersebut secara bergiliran membuat surat permohonan dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Kabupaten Tangerang.


Masing-masing organisasi menyampaikan aspirasi masyarakat soal pembentukan Kota Cipasera.Komisi A mendapat tantangan dan demo dari Laskar Islam Banten (LIB), Asosiasi Kepala Desa se Kabupaten Tangerang, dan Forum Masyarakat Membangun Tangerang Selatan (Format’s). Mereka memaksa kepada Komisi A untuk tidak mengakomodir aspirasi pembentukan Kota Cipasera.Sebagai mantan Ketua KPPDO-KC dan sebagai anggota DPRD berinisiatif mengumpulkan tanda tangan dari anggota DPRD yang tidak se-fraksi sebanyak 15 orang, dan mengusulkan kepada Ketua DPRD agar Panitia Musyawarah mengagendakan pembentukan Panitia Musyawarah Pembentukan Kota Cipasera. Namun, hak usul ini tidak ditanggapi.Basuki Rahardjo sebagai Sekretaris Komisi A menyusun naskah surat dari Komisi A kepada Ketua Panmus (ketua DPRD) yang berisi rekomendasi agar Panitia Musyawarah mengagendakan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pemekaran Daerah. Surat ditandatangani oleh Daka Udin (Wakil Ketua Komisi A).

“Pada rapat Panmus saya banyak ditentang oleh anggota Panmus lain. Mereka semua tidak setuju atas usulan pembentukan Pansus.” Kata Basuki.Atas usulan Al Mansyur, anggota Panmus, diputuskan untuk mengundang Bupati terlebih dahulu. Padahal mendengar pendapat Bupati suatu hal yang salah kaprah. DPRD adalah sebuah lembaga independent, tidak dapat dipengaruhi oleh pendapat Bupati. Di dalam dengar pendapat, Bupati menyatakan setuju asalkan membentuk dua kota tapi itu tidak mungkin.Panmus membentuk Pokja tentang pemekaran daerah (Pokja sebetulnya tidak dikenal di dalam tata tertib DPRD periode th 2004-2009). Perjalanan menjadi semakin panjang dan bertele-tele. Pokja kemudian menghasilkan kajian ilmiah dari Prof. DR. Sadu Wasistiono (Universitas Langlangbuana, Bandung) tentang pemekaran daerah Kabupaten Tangerang.


Dan dalam rapat paripurna, anggota legislative mengusulkan beberapa nama untuk daerah pemekaran : 1. Kota Cipasera, 2. Kota Ciputat, 3. Kota Serpong, 4. Kota Lengkong, 6. Kota Tangerang Selatan. Dari hasil voting, terpilih nama Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sedangkan batas wilayah berdasarkan hasil kajian Prof DR Sadu Wasistiono, mencakup Kec. Ciputat, Cisauk, Pamulang, Serpong, dan Pondok Aren. Berarti wilayah Cipasera minus Kec. Pagedangan. Sampai disini terdapat kontroversi mengenai hasil kajian Prof DR Sadu Wasistiono. Dalam hasil penelitiannya wilayah Kec.Pagedangan dipandang wilayah pedesaan secara ekonomi lambat tumbuh sehingga dianggap tidak perlu masuk wilayah Tangsel.

Padahal wilayah tersebut merupakan wilayah pengembangan BSD tahap kedua.Atas keputusan itu, anggota DPRD terpecah dua: yang mengikuti rekomendasi Prof Sadu Wasistiono (tanpa Kec.Pagedangan); dan yang mengikuti aspirasi masyarakat (dengan Kec. Pagedangan).


Di dalam voting rapat paripurna, ternyata yang memilih tanpa Pagedangan lebih banyak. Sebagai langkah awal pembentukan Tangsel, Bupati Kabupaten Tangerang memekarkan Kec. Cisauk menjadi Kec. Cisauk dan Kec. Setu, Kec.Ciputat menjadi Kec. Ciputat dan Kec. Ciputat Timur, Kec.Serpong menjadi Kec. Serpong dan Kec. Serpong Utara. Untuk Kecamatan Cisauk setelah pemekaran, wilayahnya hanya berada di barat sungai Cisadane. Sedangkan sisanya yang berada di Timur Sungai Cisadane adalah wilayah Kec. Setu.Bupati setuju dengan pemekaran dengan batas wilayah antara Kota Tangsel dengan Kabupaten Tangerang adalah sungai Cisadane. Kemudian Pansus dan presidium diundang untuk mendengar presentasi Prof DR Sadu Wasistiono.

Di dalam presentasi, Prof DR Sadu Wasistiono meralat hasil kajian sendiri. Sebelumnya ia menyatakan bahwa yang paling layak masuk Kota Tangsel termasuk Kec.Cisauk. Tetapi di dalam presentasi tersebut ia menyatakan wilayah yang layak adalah yang dibatasi oleh sungai Cisadane, tidak termasuk Kec.Cisauk seperti hasil kajian semula. Akhirnya dalam rapat paripurna ditetapkan pembentukan Kota Tangsel dengan batas wilayah Sungai Cisadane. Surat persetujuan DPRD dan Bupati kemudian diserahkan kepada Gubernur Provinsi Banten.

Gubernur Banten menyerahkan berkas-berkas kepada DPRD Propinsi Banten untuk dibahas. Atas persetujuan DPRD Provinsi, berkas tersebut disampaikan ke Komisi II DPR-RI, dibawa oleh Wakil Gubernur Banten bersama Bupati Kabupaten Tangerang dan Pansus Pemekaran Daerah DPRD Kabupaten Tangerang.Akhirnya tanggal 29 September 2008 keluar UU nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangsel melalui Sidang Paripurna DPR-RI. Resmilah wilayah Kec. Setu, Kec. Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur bergabung dalam sebuah kota yang otonom bernama Kota Tangerang Selatan (Tim)

Sumber : Catatan Rilia Ratri Bayuningsih
READ MORE - Sejarah Terbentuknya Kota Tangerang Selatan

Nov 15, 2010

Pendaftaran Microsoft Bloggership 2010-2011 Dibuka!

MICROSOFT TANTANG BLOGGER SALURKAN ENERGI SOSIAL
Microsoft Bloggership mencari blogger muda yang menggunakan teknologi secara efektif dan efisien untuk memberi kontribusi positif bagi Indonesia

Jakarta, 15 November 2010—

Hari ini, pendaftaran Microsoft Bloggership periode 2010-2011 resmi dibuka. Bloggership sendiri merupakan penghargaan khusus bagi blogger muda yang berpikiran maju dan terbuka, memiliki gaya penulisan blog yang menarik, serta peduli pada isu-isu edukasi dan pemanfaatan teknologi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.

Tahun ini, tema Bloggership adalah “Saving Your Social Energy and Stay Connected”. Peserta Bloggership diminta menuliskan sebuah artikel di blog masing-masing mengenai kontribusi apa yang bisa mereka berikan kepada diri sendiri, masyarakat, bahkan negara, dengan bantuan teknologi.

“Peserta dapat menulis ide kontribusi yang akan diberikan, namun peserta yang merasa telah memanfaatkan teknologi untuk memberi kontribusi nyata kepada diri sendiri, komunitas, atau masyarakat, juga dapat menulis mengenai apa yang telah mereka lakukan dan hasil yang telah dicapai,” demikian dijelaskan Yvonne Tirtoprodjo, dari Microsoft Indonesia. “Tantangan yang juga perlu diperhatikan adalah, peserta diminta menuliskan mengenai bagaimana mereka dapat menggunakan teknologi secara efektif dan efisien, sebagai upaya menanggulangi pemborosan energi.”

Penerima penghargaan Bloggership akan menerima dana Bloggership sebesar Rp15 juta, sebuah gadget, perjalanan ke berbagai provinsi di Indonesia bersama Microsoft Indonesia (semua biaya akomodasi, transportasi, dan uang saku ditanggung oleh Microsoft Indonesia), juga menerima berbagai pelatihan bersertifikat dari Microsoft Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 2008 lalu, Microsoft Bloggership telah memberikan penghargaan ini kepada dua blogger muda Anandita Puspitasari dan Nico Wijaya.

Sejak memenangkan Bloggership periode 2008-2009, Anandita kini telah bekerja konsultan komunikasi digital dan seringkali memberikan pelatihan gratis blogging workshop di berbagai daerah di Indonesia, ia juga sudah menerbitkan buku mengenai blogging dan pengalaman memenangkan Bloggership bersama Bentang Pustaka (grup Mizan), juga sempat diundang sebagai peserta International Visitor Leadership Program di Amerika Serikat.

Nico Wijaya yang memenangkan Bloggership periode 2009-2010 juga sempat menghadiri rangkaian seminar mengenai pendidikan di Singapura bersama Microsoft Indonesia. Saat ini ia masih berkecimpung dalam berbagai kegiatan sosial seperti Coin a Chance! Yogyakarta dan aktif sebagai relawan bencana Merapi, dan merupakan salah satu peserta terpilih dalam program Aku Cinta Indonesia dari Detik.com—yang mengajaknya menikmati keindahan berbagai pelosok Indonesia.

Pemenang akan mendapatkan:

  1. Dana BLOGGERSHIP sebesar Rp 15juta
  2. Gadget dari Microsoft Indonesia
  3. Perjalanan ke berbagai provinsi bersama Microsoft Indonesia (semua biaya: akomodasi, transportasi dan uang saku ditanggung oleh Microsoft Indonesia)
  4. Pelatihan-pelatihan bersertifikat dari Microsoft Indonesia

KONDISI DAN KETENTUAN YANG BERLAKU

  1. Warga negara Indonesia yang memiliki/menggawangi sebuah blog
  2. Blog ditulis dalam Bahasa Indonesia
  3. Blog sudah ada kurang lebih setahun yang lalu dan sejak itu telah diperbaharui secara berkala
  4. Blogger berusia 17 – 30 tahun
  5. Blogger yang berpikiran terbuka dan tertarik pada isu-isu pemanfaatan teknologi untuk edukasi, pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat
  6. Menulis posting di blog masing-masing mengenai tema yang sudah disebutkan di atas dengan judul posting MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011: [Judul Tulisan]
  7. Blogger harus gemar bertukar pengetahuan dengan orang lain, memiliki kemampuan menulis yang baik, nyaman dan suka bertemu dengan orang-orang baru serta bertukar pendapat/pikiran dengan mereka
  8. Bersedia berpartisipasi dalam acara blogging trip di beberapa provinsi di Indonesia untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu, sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama, kurang-lebih satu bulan sekali *(semua biaya: akomodasi, transportasi dan uang saku ditanggung oleh Microsoft Indonesia)
  9. Bersedia menjalani proses wawancara jika telah didaftarkan sebagai kandidat terpilih
  10. Jika terpilih sebagai pemenang, bersedia untuk menulis sekitar dua posting per bulan terkait kunjungan-kunjungan / program yang dihadiri
  11. Kirimkan email ke info@pestablogger.com dengan subyek: MICROSOFT BLOGGERSHIP (NAMA LENGKAP ANDA) contohnya: MICROSOFT BLOGGERSHIP NICO WIJAYA
  12. Isi dari email anda harus berisikan informasi berikut:

a) nama lengkap
b) blog URL
c) alamat email
d) nomor telepon genggam
e) tanggal lahir
f) umur
g) kota tempat tinggal
h) pekerjaan
g) satu paragraf pendek yang berisikan tentang alasan mengapa Anda pikir bahwa Anda merupakan kandidat yang tepat untuk MICROSOFT BLOGGERSHIP.

Kirimkan email Anda sebelum 15 Desember 2010. Finalis terpilih akan diumumkan pada bulan Januari 2011 di http://pestablogger.com/

Sumber : http://pestablogger.com/?p=2819



READ MORE - Pendaftaran Microsoft Bloggership 2010-2011 Dibuka!

Catatan "Kecurangan" Alias Strategi Politik Mencari Masa Pra - Pasca Pilkada Tangsel

Pilkada Hebat Tangerang Selatan

Saya tertarik dengan bertaburan komentar para simpatisan/pendukung para kandidat utamanya 3 dan 4, tentang hal ini.

Sekiranya ada tentang hal tersebut bolehlah anda post disini atau PM Facebook atau email ke cahpamulang@gmail.com

Kami selaku Masyarakat Independent mencoba mengumpulkan data tersebut untuk kami arsip.


Mohon dicatat Independent bukan berarti Golput.


Semoga ada yang berekendak meng-input data tersebut kemari, bukan hanya menabur kata di wall lawan.

Salam

Independent (asli) dan Covered Both (ejaannnya bener nggak?)

Pamulang, jelang Ashar

15 Nov 2010

Notes :

Kalau ada bukti informasi sekecil apapun kirim ke kami tapi jangan pernah suruh kami browsing sendiri ya.

Khusus reply post disini tak usah sebutkan siapa mereka

Siap-siap, unjuk Gigi

Pembagian Mie Gratis Sudah Biasa

Jual Beli Sapi, Sudah Biasa


Cross-posting facebook - cahPamulang

READ MORE - Catatan "Kecurangan" Alias Strategi Politik Mencari Masa Pra - Pasca Pilkada Tangsel

Nov 14, 2010

Akurasi Berita Media Pilkada Tangerang Selatan Perlu Ditingkatkan

Hari ini saya menemukan data yang berbeda dari 2 (dua) Media yang mengkabarkan Hasil Sementara Pilkada Tangsel berdasar Data Sementara Tingkat PPK.

Media tersebut andalah

1. Tangerang News (data saya dapat melalui situsnya)

http://tangerangnews.com/baca/2010/11/15/3819/airin-unggul-di-empat-kecamatan

2. Tangerang Ekspress (maaf kalau salah tulis) media cetak terbitan Senin 15 Nov 2010


Perbedaan yang saya dapati adalah sebagai berikut :

  • Tangerang News Online

1. 22,637

2. 7,607

3. 187,781

4. 188,896

Total Suara : 406,921

Selisih 3-4 = 1,168 (mestinya 1,115)

  • Tangerang Ekspress

1. 22,623

2. 7,518

3. 187,778

4. 188,893

Total Suara : 406,812

Selisih 3 - 4 = 1,115

Terlepas dari Mana yang benar dari kedua data tersebut, saya hanya memberikan notes sebegai berikut :

  1. Keduanya mendapatkan dari sumber yang sama walau masih sementara yaitu PPK.
  2. Sudah semestinya data tersebut sama satu dengan yang lain
  3. Khusus Tangerang News ada baiknya sebelum diposting diperiksa ulang penulisan yang berhubungan dengan angka-angka serta penjumlahan agar tidak terjadi kealfaan yang bisa dianggap kesengajaan.

Periksa screenshot kedua lansiran berita tersebut.


Pamulang, Jelang Siang

14 Nov 2010

Pilkada Hebat Tangerang Selatan
Airin - Unggul di 4 Kecamatan

http://tangerangnews.com/baca/2010/11/15/3819/airin-unggul-di-empat-kecamatan

(Nampaknya data tersebut kurang akurat waktu input)

1. 22,637
2. 7,607
3. 187,781
4. 188,896

Selisih 3-4 = 1,168 (mestinya 1,115)


Data Sementara dari PPK (Sumber Tangerang Ekspress)
1. 22,623
2. 7,518
3. 187,778
4. 188,893

Total Suara : 406,812
Selisih 3 - 4 = 1,115

Source : http://on.fb.me/cV3o6R

Data Sementara dari PPK (Sumber Tangerang Ekspress)
1. 22,623
2. 7,518
3. 187,778
4. 188,893

Total Suara : 406,812
Selisih 3 - 4 = 1,115

Source : http://on.fb.me/9yubvT



Cross-post : facebook - cahPamulang
READ MORE - Akurasi Berita Media Pilkada Tangerang Selatan Perlu Ditingkatkan

Data Hasil Penghitungan Suara Pilkada Tangerang Selatan (update)

Bagi para relawan, simpatisan atau siapapun yang memiliki data hasil penghitungan suara dari sumber manapun bolehlah berbagi dengan kami.

Boleh berupa data keseluruhan atau per Kecamatan

Bagi para relawan, simpatisan atau siapapun yang memiliki data hasil penghitungan suara dari sumber manapun bolehlah berbagi dengan kami.

Boleh berupa data keseluruhan atau per Kecamatan

1. Kec. Pamulang

No. 1: 4,644

No. 2: 1,663

No. 3: 46.553

No. 4: 40.679

Selisih 3-4: 5.874 (3)

2. Kec. Serpong

No. 1: 2,234

No. 2: 856

No. 3: 24,288

No. 4: 18,541

Selisih 3-4: 5,747 (3)

3. Kec. Serpong Utara

No. 1: 1,713

No. 2: 553

No. 3: 16,781

No. 4: 18,058

Selisih 3-4: 1,277 (4)

4. Kec. Pondok Aren

No. 1: 3,491

No. 2: 1,770

No. 3: 40,647

No. 4: 42,086

Selisih 3-4: 1,439 (4)

5. Kec. Ciputat

No. 1: 6,484

No. 2: 1,158

No. 3: 25,387

No. 4: 32,041

Selisih 3-4: 6.654 (4)

6. Kec. Ciputat Timur

No. 1: 2,633

No. 2: 1,120

No. 3: 22,503

No. 4: 26,352

Selisih 3-4: 3,849 (4)

7. Kec. Setu

No. 1: 1,424

No. 2: 398

No. 3: 11.619

No. 4: 11.136

Selisih 3-4: 483 (3)

2 Independen, 2 Partisan

Source : facebook - cahPamulang
READ MORE - Data Hasil Penghitungan Suara Pilkada Tangerang Selatan (update)

"Kekalahan" Kubu Airin - Benyamin Terhadap Kubu Arsid Andre Permalukan Partai Pengusungnya

.

Para Pendukung Airin - Benyamin boleh senang namun mari kita biasakan untuk membaca data yang ada serta realita mengapa 'KEKALAHAN" itu bisa terjadi

Tulisan ini saya buat setelah saya selesai mencoblos kemudian iseng berputar sekedar mencari tahu, bagaimana posisi para kandidat sampai malam ini, ternyata ada data dan fakta yang cukup mengejutkan.

DI LINGKUNGAN

Dilingkungan sekitar saya terdapat dua TPS yaitu 44 dan 45, dimana kemenangan ditangguk Kandidat 3 Arsid - Andre, di TPS 45 (121-83) = 38 suara, sedangkan di TPS 44 = 5 suara, total terdapat selisih suara sebesar 43 suara.

Perlu diketahui pula dilingkungan kedua TPS tersebut ada 2 orang anggota DPRD dari Partai Demokrat dan PKS, suatu hal yang mengherankan, dikandang sendiri calon usungan mereka bisa jeblog seperti itu.

Rasanya mereka perlu MALU terhadap Partainya dan tentunya MALU juga terhadap lingkungannya.

Dan tentunya akan lebih MEMALUKAN bila janji-janji manis perbaikan ini itu beberapa waktu lalu TIDAK DIWUJUDKAN gara-gara kekalahan kandidat yang mereka usung.

(Ini PR buat yang pernah diberi janji untuk setia menagih janji mereka)


Ada 3 (tiga) hal penting yang menjadikan kekalahan Airin terhadap Arsid :

  1. Mesin Poltik pengusung tidak mampu mengoptimalkan Kader partainya hingga ke Grass Root, malu-malu atau malas menjadi Vote Geter bagi calon usungan Partainya (ini contoh wakil rakyat yang hanya mengejar prestise atau fasilitas belaka)
  2. Tim Sukses Airin - Benyamin bekerja tidak optimal terlalu percaya diri akan kemenangan calonnya sehingga mereka bekerja ala kadarnya.
  3. Masyarakat memiliki selera tersendiri dalam memilih calonnya (bisa jadi unsur Andre Taulany menjadi kunci kemenangan no3 ), walau ada kunjungan bertubi, spanduk warna-warni serta sumbangan ini itu.

Untuk hal itu, saya pribadi mengucapkan :

SELAMAT ATAS KEMENANGAN KANDIDAT 3 ARSID ANDRE

Anda berhasil mengantongi suara yang cukup meyakinkan dilingkungan yang ditongkrongin anggota DPRD dari Partai Top tersebut diatas.

KESELURUHAN

Setelah melihat data konkrit diatas, kemudian saya dapat informasi dari Situs Mari Menata Tangsel berita mengenai Kemenangan Kandidat 4 dengan berjudul "

PENGHITUNGAN LSI, AIRIN - BENYAMIN MENANG

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya tentang Prediksi Kemangan Kandidat 4, pasangan ini pasti menang, namun yang "MENYAKITKAN" adalah secara keseluruhan kemenangan itu TERAMAT TIPIS 4 terhadap 3 :

  1. Kandidat 4. Airin - Benyamin (46,09 %)
  2. Kandidat 3. Arsid - Andre (45,83 %)
  3. Kandidat 1. Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno (5,87 %)
  4. Kandidat 2. Rodhiyah Najibah–Sulaiman Yasin (2,21 %)

(data diambil dari Informasi Direktur Riset LSI, Arman Salam di situs Kubu Airin http://marimenatatangsel.com/berita/tangerang-selatan/840-penghitungan-lsi-airin-benyamin-menang.html )

Dapat dibayangkan dari 284 TPS yang tersebur di 7 Kecamatan yang ada, dan diusung oleh 9 Partai Besar, selisih peroleh suara antara 4 dan 3 "HANYA" 46,09 % - 45,83 % = 0,26 %

Berikut kutipan dari web tersebut (screenshot berita ada di gambar bawah)

Direktur Riset LSI, Arman Salam mengatakan, penghitungan ini berdasarkan sampel suara yang masuk dari 284 TPS yang tersebar di tujuh kecamatan. Pengambilan suara dilakukan secara random, dengan margin error 1 persen.

Airin-Benyamin yang diusung 9 partai ini, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PDS, PKB, PPDI, PKPI ini unggul dari pasangan nomor urut 3, Arsid–Andre Taulany yang diusung partai PPP, PBB, Hanura, Gerindra dengan perolehan suara 45,83 persen.

Sedangkan di belakangnya, pasangan lain yakni dua pasang dari jalur independen, Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno mencapai 5,87 persen dan pasangan Rodhiyah Najibah–Sulaiman Yasin dengan perolehan suara 2,21 persen.

Berarti dari 284 TPS tersebut, kurang lebihnya 131 TPS untuk Airin dan 130 TPS untuk Arsid, ini posisi yang bisa diatakan sangat berimbang, dan menjadikan Pilkada Tangsel sangat menarik untuk diikuti, disimak dan dikawal.

Bila hasil akhir (resmi) nanti masih menunjukkan perbandingan yang teramat tipis, maka saya dengan bangga akan berkata SUKSES PILKADA TANGSEL, jadikan contoh bagi WILAYAH Lain.

  • Buat Kubu Airin - Benyamin, sekali selamat Atas Kemenangan Merebut Simpati Masyarakat, walau "BIAYA" dan "STRATEGI" meraih simpati masyarakat sudah begitu termat panjang namun hasilnya tidak sepadan sama sekali dengan hasil Pilkada ini.
  • Buat Kubu Arsid - Andre, saya juga ucapkan selamat atas "Kemenangan" Anda berdua, karena dalam waktu konsolidasi yang begitu Mepet dan Dana Seadanya simpati Masyarakat dapat Anda rengkuh.
  • Buat Masyarakat Tangsel, selamat atas partisipasi aktif dalam Pilkada Tangsel sehingga membuahkan hasil yang sangat membanggakan, dimana angka Golput tidak akan mengganggu keabsahan hasil Pilkada
  • Bagi Tim Sukses 3 dan 4, saya hanya mengingatkan, Kemenangan dan Kekalahan Kandidat Anda teramat tipis dan ini baru hasil sementara, awasi kemungkinan terjadinya "human error" yang sengaja maupun tidak, ingat posisi bisa berbalik.
  • Bagi PANWASLU dan KPUD, jangan ceroboh, jangan mencoba main mata, posisi tawar kedua Kandidat begitu kuat satu sama lain, bila kalian melakukan kesalahan bisa mengakibatkan terjadi "CHAOS" di Wilayah Tangsel

Akhir kata, maunya sih nulis terus, namun karena sudah menjelang pagi dan harus ronda maka saya tutup tulisan ini dengan sebuah himbauan dan harapan, yaitu :

Yang Menang Amanahlah Saat Memimipin "Negeri Tangsel", yang Kalah jadilah Mitra Pendamping dan Pengimbang

Pamulang, Dini hari

14 Nov 2010

(tulisan ini mungkin akan di-edit untuk disempurnakan, maaf bila ada kata yang kurang pas serta data yang salah baca dan kutip)

Surat Suara
2 Independen, 2 Partisan

Walau Sederhana Namun Peminatnya Cukup Dibanding Yang Golput


Walau ini hanya Quick Count, setidaknya kemenangan Kandidat 4 adalah "MENYAKITKAN dan MEMALUKAN" karena hanya memiliki selisih 0,26% dari Kandidat 3.

Periksa Notes :
http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=455174012342
READ MORE - "Kekalahan" Kubu Airin - Benyamin Terhadap Kubu Arsid Andre Permalukan Partai Pengusungnya

Nov 12, 2010

Prediksi Hasil Pilkada Tangerang Selatan

.

  1. Berdasar WISIK dan WANGSIT yang didapat kala melakukan perjalanan virtual ke alam maya (internet)
  2. Berdasar Informasi KASAK-KUSUK, KANAN-KIRI, ATAS-BAWAH Komunitas Masyarakat Tangsell
  3. Berdasar Kiprah dan Dukungan Financial para Kandidat dari awal sebelum Kampanye dan Sesudahnya
  4. Berdasar Trawangan Supra Natural Mas Bakir yang dari Sleman - Jogjakarta

Maka dengan TANPA RAGU dan SUNGKAN saya ucapkan :

"SELAMAT ATAS BAKAL TERPILIHNYA PASANGAN NO.4 AIRIN - BENYAMIN MENJADI PEMENANG PILKADA TANGERANG SELATAN"

Semoga kemenangan ini adalah kemenangan yang membawa BERKAH bagi MASYARAKAT TANGERANG SELATAN

Harapan saya,

Yang Menang Jangan Jumawa, Yang Kalah Besarlah Hatinya

Salam Trawangan

:)

13 Nov 2010

Catatan ini dibuat sebelum berangkat Nyoblos

Cross-post : faceBook - cahPamulang

Pilkada Hebat Tangerang Selatan
Rumah Kita Bersama
READ MORE - Prediksi Hasil Pilkada Tangerang Selatan

Doa Jelata Di Pilkada Tangsel 13 Nov 2010

.

Ya Allah Pembimbingku,

Hari ini Pilkada Tangsel dilangsungkan,

Ringankan langkah kami hadir ,

Tutuplah mata ini dari angka-angka keparat,

Bimbinglah hati ini memilih sesuai kehendak-Mu,

Jauhkan pilihan kami dari petaka,


Namun bila takdir-Mu berkehendak lain,

Terpilihnya Sang Bejat Keparat Calon Perampok Rakyat,

Ingatkan mereka akan Amanah Rakyat

Jadikan mereka Pemimpin Tanpa Laknat


Ya Allah Maha Kasih

Pilkada ini Pesta Rakyat, kehormatan ada ditangan rakyat

Jangan biarkan menjadi arena penuh Hujat dan Maksiat

Damaikan kami damaikan mereka

Damaikan yang Kalah dengan yang Menang

Mereka yang terbaik bagi kota ini, ikatlah mereka dalam Mufakat


Pamulang, 13 Nov 2010

Pkl. 07.25 WIB

(si Jelata Tak Bermakna)

Cross-post : Facebook - cahPamulang

Pilkada Hebat Tangerang Selatan
Ikhlas Membangun Tangsel
Sikat Koruptor
Paham Dah
Rumah Kita Bersama
Sponsor
READ MORE - Doa Jelata Di Pilkada Tangsel 13 Nov 2010

Nov 9, 2010

KOMPAS pun berkata : SAMPAH Menumpuk Di Tangerang Selatan

Koran kaliber Nasional pun mneyempatkan untuk memuat berita tentang carut marutnya pengelolaan SAMPAH di Tangerang Selatan, ini jelas bukan masalah yang sepele bagi Walikota terpilih.

http://cetak.kompas.com/read/2010/10/05/03503466/Sampah.Menumpuk.di.Tangerang.Selatan

Sampah Menumpuk di Tangerang Selatan

Selasa, 5 Oktober 2010 | 03:50 WIB

Tangerang Selatan, Kompas - Sampah masih tetap menjadi persoalan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sejak pemutusan kerja sama yang ditandai dengan penarikan 40 truk armada pengangkut sampah oleh induknya, Kabupaten Tangerang, Januari 2010, hingga Senin (4/10), warga dan pemerintah wilayah pemekaran tersebut kewalahan menangani sampah.

Akibatnya, tumpukan sampah terjadi di sebagian besar pasar tradisional dan sejumlah lahan pembuangan sementara (LPS). Sampah juga tampak dibiarkan berserakan di badan jalan di sejumlah jalan protokol dan jalan lingkungan.

Sejauh pengamatan, sejak sepekan lalu hingga Senin (4/10), sampah masih menumpuk di Pasar Cimanggis, Pamulang. Sampah juga dibiarkan menumpuk di sejumlah titik di pasar tersebut mulai dari arah Pamulang menuju Ciputat. Selain memenuhi trotoar dan badan jalan, sampah dalam tempat penampungan, seperti badan truk sampah, dibiarkan menumpuk begitu saja.

Tumpukan sampah ini tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, air lindi (air dari sampah) memenuhi badan jalan, serta lalat dan belatung memenuhi sampah yang sudah membusuk tersebut.

Tumpukan sampah juga ditemukan di Pasar Ciputat. ”Sudah seminggu sampah tak diangkut,” kata Ahmad, pedagang sayuran yang memiliki kios tak jauh dari tumpukan sampah tersebut.

Tumpukan sampah juga terlihat di Jalan Mujair, Lele, dan Rusa Raya. Sampah juga menumpuk di beberapa LPS liar di Jalan Cikini (Jurang Mangu), Nusa Jaya (Bintaro), Kampung Sawah, Pondok Ranji, KH Dewantara (Ciputat), Pondok Kacang (Pondok Aren), dan Jalan Serpong Raya. Serakan sampah terlihat di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, sampai sejumlah titik di Jalan Ciputat Raya.

Armada kurang

Pejabat Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan Joko Suryanto mengatakan, sampah yang kembali menumpuk di Kota Tangerang Selatan adalah akibat terbatasnya truk pengangkut.

”Armada yang kita miliki hanya sembilan unit. Armada bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta delapan unit,” kata Joko. Padahal, dalam sehari, warga Tangerang Selatan menghasilkan 80-100 kubik sampah.

”Petugas kebersihan sudah bekerja semaksimal mungkin mengatasi sampah dalam kondisi keterbatasan armada. Akan tetapi, karena produksi sampahnya terlalu banyak, masih ada sampah yang tetap saja tidak terangkut,” kata Joko.

Misalnya, lanjut Joko, sampah di Pasar Ciputat. ”Setiap hari, delapan rit truk yang mengangkut sampah di Pasar Ciputat. Yang membuang sampah di pasar itu bukan hanya pedagang pasar, melainkan juga masyarakat sekitarnya sehingga volume sampahnya terus bertambah banyak,” papar Joko. (PIN)

----------------------

Ini buktinya TANGSEL macam TONG SAMPAH tak bertuan :

http://www.facebook.com/album.php?aid=180343&id=824273705&ref=mf


Arah ke Kel. BEnda Baru masuk dari seberang setu pamulang, dekat pintu air

Sampah di Vila Pamulang

Vila Dago dekat Kolam Air tengah, arah ke Al Zahra

Lagi-lagi tumpukan sampah (tak bertuan ?) , sekarang ada di belakang Polsek BSD. Hadoh-hadoh... piye ki ?

Rasanya perlu Pabrik Pengolahan sampah untuk diwilayah kota, gak bisa hanya cari solusi kerja sama dengan wilayah lain.

Pabrik Sampah Harga Mati Kerja Walikota Terpilih, Kumpulkan Para Pemulung Seantero Tangsel untuk cari Solusi, nggak perlu Study banding ke Luar Negeri, cukup ke Bantar Gebang saja.
:(

READ MORE - KOMPAS pun berkata : SAMPAH Menumpuk Di Tangerang Selatan

Debat Kandidat Walikota Tangerang Selatan - Metro TV, 9 November 2010

Sudah selesai dah.

Nampak jelas mana yang punya kemampuan orasi dan kemampuan memanfaatkan waktu.

Sayang panelisnya motong-motong dengan pertanyaan sewaktu kandidatnya baru bicara. (habis dah waktunya)

Pada sesi debat, No.4 sempat kejeblos menanyakan bolehkah menggunakan hak untuk tidak menjawab, kenapa ya? :)

Berikut ulasan selintas yang bisa saya tulis

Pandangan Umum.

  • Kandidat 1. Pasangan Independen ini misinya bagus, memaparkannya saja yang kurang lancar dan kurang cepat sehingga waktunya tidak efektif. Pasangan ini nampaknya kurang kompak terutama saat sang wakil ditanya mengapa menjadi o...rang nomer 2
  • Kandidat 2. Ini pasangan yang terparah dalam melakukan orasi, mungkin kalau wakilnya diberi porsi lebih banyak akan lebih menarik. Pasangan ini terasa kaku antara Calon dan Wakil, mestinya tukeran tempat saja, akan lebih baik.
  • Kandidat 3. Memiliki kemampuan memanfaatkan waktu yang ada dengan bicara cepat dan efektif disertai paparan data statistik yang cukup.Pada saat sesi debat antar kandidat pertanyaan yang cukup menggilitik terlontar ke kandidat 4, mengenai birokrasi pemerintahan.Pasangan ini nampak serasi, dapat saling isi mengisi.
  • Kandidat 4. Kemampuan orasi orang pertama cukup baik, tertata, lancar dan cukup data. Namun sayang pada saat debat antar kandidat, sempat melontarkan pertanyaan untuk tidak menggunakan hak jawab, seolah ada ketakutan akan munculnya pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga. Dan tidak memanfaatkan momen bertanya kepada kandidat lain, justru meminta pendapat disesi ini rasanya kurang pas.Sedangkan sosok wakilnya nampak pas sebagai pem-backup dengan pengalaman 27 tahun sebagai birokrat.

Dari ke-empatnya, saya berpandangan kandidat 3 dan 4 memiliki kemampuan penampilan yang cukup memadai.

Sedangkan pemanfaatan sesi debat antar kandidat nampak kurang pas bila dikatakan debat, karena hanya berupa pertanyaan-pertanyaan standard belaka, sama seperti memaparkan visi misi diawal acara.

Dari Metro TV, pertanyaan pertama mengenai "Bila mereka Korupsi apakah calon terpilih bersedia mundur" dijawab semuanya sangat normatif. Namun pertanyaan saya pikir cukup menohok para calon yang berasal dari birokrat.

Secara umum, Debat dengan durasi singkat macam di TV tersebut cukup baik, dan sangat membantu masyarakat luas (yg sempat dan mau menonton) untuk menilai kandidat pilihan mereka. Dan tentunya bagi yang punya dana melimpah ajang debat ini dapat menjadi arena melakukan kampanye bukan.

PR buat Panwaslu, Iklan-iklan yang bertaburan disetiap jeda waktu debat, akankah dimasukkan dalam agenda pelanggaran karena beredar pada masa minggu tenang ? (Maaf sebelum kalau ternyata saya salah jadwal)

Akhir kata, Selamat Buat Para Kandidat yang telah tampil di Metro TVTerima Kasih buat sponsor yang sudah mengagendakan acara tersebut sehingga Tangerang Selatan lebih dikenal Masyarakat Luas.

Salam dari Pamulang:)

Screen Shot Debat ada di album ini :

http://www.facebook.com/album.php?aid=254604&id=824273705&ref=mf%EF%BB%BF

KPU TANGSEL MEMANG OKE DAH SALUT, BISA MASUK METRO TV

KAMI MENJADI SAKSI JANJI-JANJI MEREKA
BERAPA BAYAR MASUK METRO TV?


Iklan KPU dan Iklan Lainnya Bertaburan


SUPPORTER dan PANELIS


KANDIDAT 1 KANDIDAT 2


KANDIDAT 3 KANDIDAT 4

Selanjutnya periksa reply post dibawah untuk tambahan updatingnya

Salam

Source : facebook-cahPamulang
READ MORE - Debat Kandidat Walikota Tangerang Selatan - Metro TV, 9 November 2010

Nov 7, 2010

Penting nya Membentuk Komunitas Blogger

Setelah mengetahui manfaatnya memiliki Blog, kini kita akan membahas ‘Penting gak sih.. membentuk komunitas Blog..?’

Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari [para blogger] berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.

Apa manfaat nya Komunitas Blogger ?
Banyak Sekali manfaat yang didapatkan dari komunitas blogger :
  1. Kekayaan tidak hanya uang dan harta tapi social network aset , termasuk 'Komunitas Blogger adalah aset yang sangat berharga' yang dimliki seseorang
  2. Komunitas Blogger sebagai Citizen Journalism, merupakan media informasi milik warga dibentuk untuk kepentingan bersama.
  3. Komunitas dalam 'kebersamaan' dapat 'berbagi' informasi, sharing konwledge, dan menggalang kepedulian terhadap lingkungan maupun korban bencana alam.
  4. Bagi Blogger yang mencari uang dengan blognya juga dapat meningkatkan penghasilan bisnisnya dengan saling bertukar informasi dan link
  5. dan masih banyak lain nya.....kalau ada yg ingin menambahkan silahkan di tambahkan dan di share..:)
Mengingat betapa penting nya sebuah 'Komunitas' ...... tunggu apalagi..!! mari kita sama-sama membentuk "Komunitas Blogger Tangsel" sebagai media informasi dan komunikasi warga yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan Tangerang Selatan ....

"Citizen Journalism, the real future of news and information"
Citizen Journalism yaitu media informasi dengan konten yang dibuat oleh individu, warga atau masyarakat. Mark Glaser, seorang Jurnalis Frelance dalam tulisannya di new media issues (2006) , mengatakan:

The idea behind citizen journalism is that people without professional journalism training can use the tools of modern technology and the global distribution of the Internet to create, augment or fact-check media on their own or in collaboration with others. For example, you might write about a city council meeting on your blog or in an online forum. Or you could fact-check a newspaper article from the mainstream media and point out factual errors or bias on your blog. Or you might snap a digital photo of a newsworthy event happening in your town and post it online. Or you might videotape a similar event and post it on a site such as YouTube.
Semangatnya sama dengan public journalism atau civic journalism yang terkenal pada tahun 80-an. Yaitu jurnalisme kini bukan lagi sebuah ranah yang semata-mata dikuasai (diproduksi, dikelola, dan disebarluaskan oleh institusi media, atas nama bisnis ataupun kepentingan politis) oleh para jurnalis.

Pesta Blogger Indonesia semakin membuktikan betapa kuatnya seruan citizen journalism. dengan makin banyak nya Blog-blog yang dibuat setiap harinya dan terbentuknya Komunitas blogger di mana-mana.


Berikut ini Komunitas Blogger yang sudah ada :

  • Komunitas Blogger Daerah

  • Komunitas Blogger Kampus

  • Komunitas Blogger Non-Daerah

  • READ MORE - Penting nya Membentuk Komunitas Blogger

    Komunitas Blogger Tangsel, Sebuah Gagasan Citizen Journalism of Tangerang Selatan


    Tak terasa, jari-jari ini sudah lama tidak menyentuh blog ini. Memang, bukan tanpa alasan sayasemakin menjauh dengan dunia Blogger dan tidak menulis di blog ini. Selama ini saya tersibukkan dengan membantu mengurus website salah satu tokoh di Kota Tangerang Selatan. Kesibukan inilah yang membuat saya semakin menyadari pentingnya menulis. Dengan menulis, berarti kita berbagi informasi dengan orang lain, berbagi pengalaman, berbagi ide dan gagasan, dan masih banyak lagi manfaat yang kita dapatkan dari menulis.

    Dengan adanya Komunitas Blogger Tangsel yang saya temukan dari searching di Google, Senin (1/10/10), semakin membuat saya terpacu untuk menulis. Mumpung masih awal dan belum terkonsep, mungkin ada baiknya, saya yang masih belajar ngeblog, sedikit berbagi sebuah ide tentang konsep Komunitas Blogger Tangsel ini.
    Menurut saya, Komunitas Blogger Tangsel sebagai wahana pengakomodir blogger-blogger yang ada di Kota Tangerang Selatan lebih dikonsepkan kepada “Citizen Journalism” yang mengacu kepada keadaan Kota Tangerang Selatan secara kekinian.
    Jadi nantinya, blogger-blogger yang ada di Kota Tangerang Selatan ini bisa lebih interaktif satu sama lain melalui dunia maya ini. Lagi-lagi, kita melihat syarat seorang blogger adalah orang yang mau belajar untuk menulis.
    Saya yakin, kedepan jika Komunitas Blogger Tangsel ini mampu tersosialisasi dengan baik dan masyarakat Tangsel memahami makna dari informasi, maka tidak menutup kemungkinan “Komunitas Blogger Tangsel sebagai Citizen Journalism of Tangerang Selatan” bisa terwujud.

    Tapi, ada baiknya dengan didirikannya Komunitas Blogger Tangsel ini, dikomunikasiikan terlebih dahulu dengan blogger-blogger yang sudah ada. Mengingat, sebelumnya blogger-blogger yang ada di Kota Tangsel masih menginduk ke Komunitas Blogger Benteng Cisadane. Hal ini bertujuan agar koordinasi antara sesama blogger bisa terjalin dengan baik.
    Bagi kawan-kawan Blogger Tangerang Selatan yang ingin bergabung dengan Komunitas Blogger Tangsel, silahkan kunjungi http://bloggertangsel.blogspot.com/.

    Source :
    http://mustafidwongbodo.blogspot.com/2010/11/komunitas-blogger-tangsel-sebuah.html

    READ MORE - Komunitas Blogger Tangsel, Sebuah Gagasan Citizen Journalism of Tangerang Selatan

    Tangsel Community Learning Center (CLC)