Rencana Tempat Banner / Logo Member


Komunitas Blogger Tangerang Selatan
Langkah Awal Menuju Citizen Journalism of Tangerang Selatan

Dec 2, 2010

Menyikapi Berita Praktek Politik Uang Di Pilkada Tangsel

Hari ini saya mencoba mulai lagi menulis tentang Pilkada Tangsel dari sisi pandang seorang jelata setelah sekian hari terkontaminasi oleh melemahnya fisik, rasanya cukup berat juga merangkai kata-kata bermakna yang bisa saling melengkapi sembari masih menahan nyeri. Dan rupanya memang susah :)

Baiklah, saya coba mulai dari kalimat berikut ,..

  • Yang namanya Pilkada pasti ada intrik macam tersebut, sudah biasa itu, yang nggak biasa adalah bisakah semua itu dibuktikan syah secara hukum dan memiliki konsekwensi hukum pula bagi Pelaku, Pelapor dan terutama Penyuruhnya?
  • Hari ini MK menggelar acara Gugatan Pilkada Tangsel, semoga saja disana tidak terjadi dagelan-dagelan baru atau pasrah sebelum waktunya bagi para Penggugat.

Dimana posisi jelata macam saya melihat proses tersebut?

Walau bukan praktisi politik ataupun hukum, namun tak salah bukan kalau saya pun mencoba untuk memahami bagaimana "Cara ber-Politik yang Laik dan Benar" serta bagaimana mempraktekkan "Hulum dengan Santun dan tak berpihak" kecuali mutlak hanya kebenaran dan kepentingan rakyat.

Mengapa Jelata Harus Paham Politik dan Hukum walau sedikit?

Karena dua elemen tersebut bila bersimbiosis dengan sempurna akan membuat rakyat Sejahtera atau Celaka, para Praktisi dua disiplin ilmu tersebut akan sangat mudah tergelincir dan melupakan apa yang sudah menjadi amanah rakyat. Untuk itu rakyatlah yang harus balik mengawasi mereka, tidak harus saben hari, sesempatnya, sesukanya.

Lantas Apa Hubungannya Dengan Praktek Politik Uang?

Idealisme dalam Hukum dan Politik mutlak perlu, namun ternyata pada prakteknya, tetaplah uang menjadi sang Penentu.

Banyak pakar, intelektual yang biasanya bermain di pinggiran, begitu masuk kedalam lingkaran tersebut akan mengesampingkan idealisme dan berupaya melegalkan apa yang seharusnya tidak boleh menjadi boleh dengan memanfaatkan celah yang mungkin ternganga.

Wah sori berat nggak bisa lanjut, otaknya masih error,..

Saya lanjut dengan ini saja, pertanyaan saya di akun Youtube yang telah meng-upload kisah Praktek Politik Uang Pilkada Tangsel yang dalam pengakuan tersangka adalah dari Tim Arsid Andre :

http://www.youtube.com/watch?v=EXqazPusC8Y uploader http://www.youtube.com/user/nadyazuber

Berikut reply saya disana :

Pertama :

Salut buat uploader, namun ada beberapa pertanyaan saya yang saya harap bisa dijawab disini ;

1. Ini kejadian dimana, kapan, acara apa?

2. Siapa yang wawancara, siapa yang diwanwancara.

3. Siapa itu Fauzy yang konon dari Tim 3?

4. Dapat dari mana video ini?

5. Adakah Media Lokal yang mendapatkan supply data ini.

Trims atas usahanya

:)

Kedua :

Saya Quote diskripsi video ini :

"Kecurigaan berbagai pihak termasuk JPTS ternyata terbukti yaitu adanya praktik politik uang pilkada Tangsel. Ini dilakukan oleh kandidat nomor 3 yang tak lain pasangan Arsid dan Andre OVJ. OMG!"

Terbukti tertangkap tangan untuk operator lapangan bukan berarti menjadi indikator bahwa yang melakukan money politik adalah Tim tertentu berdasar pengakuan mereka. Karena bisa saja operator lapangan dibayar untuk melakukan Kontra Money Politik agar tertangkap tangan :)

Ketiga :

Video ini memiliki kekuatan hukum bagi yang dituduhkan karena ada nama yang disebut, artinya bila video ini dikemudian dijadikan barang bukti, dan terbukti tidak terbukti, maka konskekwensi hukumnya akan berbalik kepada yang sudah merekam, meng-upload dan menyebarkan.

Untuk itu tolong beri penjeladsan detail materi ini dapat jadi barang yang berguna dan bermanfaat, kalau perlu kontak person yang ada didalam video untuk dilacak kebenenarannya.

Salam dari Pamulang

:)

Pamulang, jelang sore.

Masih error otaknya, tapi tetep berupaya waras mengambil sikap

(Posting terkait : http://www.facebook.com/note.php?note_id=457636267342)

29 Nov 2010

http://www.youtube.com/user/nadyazuber

READ MORE - Menyikapi Berita Praktek Politik Uang Di Pilkada Tangsel

Paska Pilkada Tangsel Kemana Para Tim Sukses?


Banyak cerita dan berita bersliweran didepan mata, yang mampu mendistorsi pola pikir sederhana masyarakat awam yang tidak terlalu mamahami praktek permainan politik para pemain watak Pilkada Tangsel.

Akibatnya bertaburan kata-kata pembenaran dari para pendukung masing-masing.

Ada yang menulis dengan yakin begini :

No 4*

di dukung sama Gubernur banten dan keluarganya* di dukung sama Sebagian Birokrat Provinsi Banten(karena ada adik ipar gubernur)* didukung sama sebagian birokrat tangsel, terutama berasal dari banten. ...*di dukung sama Sebagian Birokrat Kab. Tangerang...(karena ada pejabat kab. tangerang yang nyalon)*di dukung sama pengusaha2 kakap

No 3*

di dukung sama Bupati Tangerang dan Pejabat2nya* di dukung sama Walikota Tangerang dan Pejabat2nya* di dukung sama Sebagian Birokrat Provinsi Banten (terutama yang sakit hati sama gubernur, seperti kejadian di pondok cabe)* di dukung sama Sebagian Birokrat Kab. Tangerang* didukung sama sebagian birokrat tangsel, terutama berasal dari kab tangerang yang tersingkir tidak mendapat jabatan.* di dukung juga sama pengusaha kakap


Ada lagi yang bangga me-repost cerita seperti ini :

Pilkada Tangsel Bukanlah Pertarungan Demokrasi Namun "Pertarungan Para Jawara" dan konon ada pula "Intel yang Ikut Bermain". Postingan ini nampaknya dipakai oleh pendukukung Airin untuk mengoyak keyakinan Pendukung Arsid, padahal sebenarnya disitu tersurat jelas yang mereka dukung tidak lebih baik dibanding lawan mainnya. Sedangkan dari kubu Arsid entah mengapa tidak ada suara yang vokal untuk membahas hal itu. ku

Sayangnya kedua posting diatas tidak begitu laku di Kompasiana, bahkan poster-nyapun sampai tulisan ini terbit tidak berkenan merespons para replyer-nya.

Makin diikuti beritanya, makin disimak tawuran kata-kata para pendukungnya, makin tak masuk akal statemen diantara mereka, semuanya bisa berbicara mengenai fakta namun sayang data dukungannya kadang tidak disampaikan dengan gamblang. Contoh sederhana ungkapan fakta yang tanpa dukungan data juga dapat dibaca disini :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=463456012342 , periksa paragraph-2 terakhir dan reply yang ada.

Orang macam saya yang ingin melihat permainan cantik para pendukung beradu fakta dan data hanya bisa melongo, kok begini cara mereka menebar kata.

Bila sebelum Pilkada Para Tim Sukses khususnya yang bermain di alam maya macam Facebook ini jumlahnya bak cendol, paska Pilkada suara mereka pada lenyap satu-satu. Yang ada kini taburan kata-kata melalui akun personal, kemana suara para Tim Sukses? Kemana suara Partai? Rupanya pesta ini puncaknya memang hanya di tanggal 13 Nov kemarin, setelah itu, terserah.

Dukung mendukung, baik melalui jalur resmi maupun tak resmi, maupun dana mendanai adalah hal yang lumrah selama semuanya berjalan sesuai aturan baku yang sudah disepakati bersama.

Dan praktek mencederai Pilkada yang Jurdil sudah menjadi santapan harian media, apalagi di antero Banten, mungkin sudah menjadi mitologi, dan akhirnya terbiasa, dan akhirnya maklum sajalah, tak ada lagi rasa malu itu.

Harapan saya, janganlah para simpatisan, pendukung dan tim sukses tercabik dan terpuruk oleh akrobat politik para junjungannya, yang dulu kawan menjadi lawan hanya karena keterbatasan kemampuan membaca keadaan dan tidak mampu mengendalikan kata dalam berucap.

Jangan lupa ada hukum diujung sana yang siap menerkam.

Pamulang, jelang malam

29 Nov 2010

(masih error dan pringisan saat merajut kata)

READ MORE - Paska Pilkada Tangsel Kemana Para Tim Sukses?

Calon Walikota Stress Tempatnya di Grogol, Kalau Tim Sukses dan PNS Yang Stress ?

Melihat situasi Pilkada Tangsel yang begitu heboh rasanya tak cuma Calon Walikota atau Wakilnya saja yang bakalan Stress kalau menunggu hasil Putusan MK.

Tim Sukses dan PNS yang Tidak Netral alias Nekad pun pasti akan kebagian Stress Akut

Tak jadi masalah kalau stressnya tak berat, tinggal minum Bodrex 3 biji plus Jahe Wangi sebungkus juga sudah bablas stressnya. Namun apa jadinya kalau Tim Sukses dan PNS tersebut Stressnya benar-benar akut hingga nyaris gila?

Sebelum saya lanjutkan tulisan diatas ada baiknya saya posting terlebih dahulu kutipan berita mengenai hal itu yang saya dapat dari Oke Zone, 1 Nov 2010

http://news.okezone.com/read/2010/11/01/338/388647/dinkes-tangsel-siapkan-rs-jiwa-untuk-calon-stres

TANGERANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menyiapkan rumah sakit rujukan, RS Grogol, untuk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Tangsel yang stres jika ...kalah dalam pesta demokrasi pertama daerah otonom itu.

"Kita sudah bekerjasama dengan RS Grogol. Kita siap kapan saja mengirim pasien sakit jiwa, tetapi itu tidak kita harapkan," kata Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Rujukan bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Tansel, Yanti Sari saat ditemui okezone di ruang kerjanya, Kompleks Pemerintahan Kota Tangsel, Witanaharja, Pamulang, Senin (1/11/2010).

Saya tidak mampu membayangkan bila big boss marah dengan kekalahannya di Pilkada Tangsel ini. Bagaimana tidak, rencana yang sudah begitu Matang dan Akurat, Ongkos yang tidak ala kadarnya, Akomodasi yang tak kepalang Nikmat bagi para Tim Sukses, lha kok hasilnya tak lebih baik dari yang perang dengan peluru seadanya sedapatnya.

Saya kira para Tims Sukses dan PNS Nekat perlu mempersiapkan beberapa trick untuk terlepas dari Tuntutan Boss dan Kerlingan Masyarakat dengan cara seperti berikut :
  1. Ikutan Stress dan Pura-pura Linglung
  2. Berlagak Gila segila-gilanya dengan akting yang natural nan alami
  3. Bagi yang doyan aktivitas Politik, borong topeng Gayus untuk dipakai kala keluar rumah, tunjukkan bahwa anda Aktivis Politik yang sedang serius memantau kasus Gayus dan berdoalah agar Kasus Gayus molor hingga durasi pakainya dapat lebih lama.

Sedangkan bagi yang benar-benar kena Stress Akut, sudah sepantasnya Boss harus membantu kesembuhannya sampai tuntas. Untuk itu ada baiknya para Tim Sukses sebelum anda meleburkan diri menjadi bagian dari Boss beberapa syarat ini harus diajukan agar anda aman dikemudian hari dari segala macam resiko dan tuntutan.

  1. Pastikan anda mendapatkan jaminan Asuransi All Risk, karena anda telah berjuang sepenuh hati pertaruhkan raga dan jiwa, serta karir anda bila anda PNS.
  2. Pastikan bila anda Stress Akut, semua biaya perawatan dan pengobatan harus ditanggung boss, tak terkecuali pula santunan untuk keluarga anda, karena aktivitas harian anda menjadi tumpul, sedangkan keluarga membutuhkan perhatian anda.
  3. Pastikan tidak ada pengembalian dana mobilisasi dan akomodasi dengan mengarsip semua bon-bon pengeluaran sedetail mungkin, ibarat kata bon rokok atau gincu sebatangpun harus ditulis.
  4. Bila ternyata ada tuntuntan pengembalian semua dana yang pernah diterima, pastikan berapa kali cicilan yang harus dipenuhi dan tempo pembayaran yang fleksible.
  5. Siapkan Pengacara Handal untuk membantu anda bila boss anda menuntut anda di Pengadilan karena dianggap anda bagian dari terwujudnya kegagalan itu.

Harapan saya, semua hal itu tidak akan terjadi, namun bila terjadi, terjadilah.

Tak perlu larut bersedih, hidup adalah anugrah, syukuri apa adanya, karena ini semua bagian dari takdir anda dan mereka.

Pamulang, jelang Subuh

(nekat nulis, walau punggung sakitnya tak kepalang)

2 Des 2010

Sumber : FB cahPamulang

READ MORE - Calon Walikota Stress Tempatnya di Grogol, Kalau Tim Sukses dan PNS Yang Stress ?

Tangsel Community Learning Center (CLC)