Skip to main content

Posts

Blogger's Communities

Personal directory

Menyikapi Berita Praktek Politik Uang Di Pilkada Tangsel

 Hari ini saya mencoba mulai lagi menulis tentang Pilkada Tangsel dari sisi pandang seorang jelata setelah sekian hari terkontaminasi oleh melemahnya fisik, rasanya cukup berat juga merangkai kata-kata bermakna yang bisa saling melengkapi sembari masih menahan nyeri. Dan rupanya memang susah :) Baiklah, saya coba mulai dari kalimat berikut ,.. Yang namanya Pilkada pasti ada intrik macam tersebut, sudah biasa itu, yang nggak biasa adalah bisakah semua itu dibuktikan syah secara hukum dan memiliki konsekwensi hukum pula bagi Pelaku, Pelapor dan terutama Penyuruhnya? Hari ini MK menggelar acara Gugatan Pilkada Tangsel, semoga saja disana tidak terjadi dagelan-dagelan baru atau pasrah sebelum waktunya bagi para Penggugat. Dimana posisi jelata macam saya melihat proses tersebut? Walau bukan praktisi politik ataupun hukum, namun tak salah bukan kalau saya pun mencoba untuk memahami bagaimana "Cara ber-Politik yang Laik dan Benar" serta bagaimana mempraktekkan "H...

Paska Pilkada Tangsel Kemana Para Tim Sukses?

Banyak cerita dan berita bersliweran didepan mata, yang mampu mendistorsi pola pikir sederhana masyarakat awam yang tidak terlalu mamahami praktek permainan politik para pemain watak Pilkada Tangsel. Akibatnya bertaburan kata-kata pembenaran dari para pendukung masing-masing. Ada yang menulis dengan yakin begini : No 4* di dukung sama Gubernur banten dan keluarganya* di dukung sama Sebagian Birokrat Provinsi Banten(karena ada adik ipar gubernur)* didukung sama sebagian birokrat tangsel, terutama berasal dari banten. ...*di dukung sama Sebagian Birokrat Kab. Tangerang...(karena ada pejabat kab. tangerang yang nyalon)*di dukung sama pengusaha2 kakap No 3* di dukung sama Bupati Tangerang dan Pejabat2nya* di dukung sama Walikota Tangerang dan Pejabat2nya* di dukung sama Sebagian Birokrat Provinsi Banten (terutama yang sakit hati sama gubernur, seperti kejadian di pondok cabe)* di dukung sama Sebagian Birokrat Kab. Tangerang* didukung sama sebagian birokrat tangsel, t...

Calon Walikota Stress Tempatnya di Grogol, Kalau Tim Sukses dan PNS Yang Stress ?

Melihat situasi Pilkada Tangsel yang begitu heboh rasanya tak cuma Calon Walikota atau Wakilnya saja yang bakalan Stress kalau menunggu hasil Putusan MK. Tim Sukses dan PNS yang Tidak Netral alias Nekad pun pasti akan kebagian Stress Akut Tak jadi masalah kalau stressnya tak berat, tinggal minum Bodrex 3 biji plus Jahe Wangi sebungkus juga sudah bablas stressnya. Namun apa jadinya kalau Tim Sukses dan PNS tersebut Stressnya benar-benar akut hingga nyaris gila? Sebelum saya lanjutkan tulisan diatas ada baiknya saya posting terlebih dahulu kutipan berita mengenai hal itu yang saya dapat dari Oke Zone, 1 Nov 2010 http://news.okezone.com/read/2010/11/01/338/388647/dinkes-tangsel-siapkan-rs-jiwa-untuk-calon-stres TANGERANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menyiapkan rumah sakit rujukan, RS Grogol, untuk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Tangsel yang stres jika ...kalah dalam pesta demokra...

"Makelar Politik" di Pilkada Tangsel (bag. 3 akhir)

oleh cahPamulang Melanjutkan tulisan sebelumnya : "Makelar Politik" di Pilkada Tangsel (bag. 2) ( http://bloggertangsel.blogspot.com/2010/11/makelar-politik-di-pilkada-tangsel-bag.html ) dan dihubungkan denan tulisan yang jauh hari pernah saya tulis berjudul : "Arsid - Andre Pilkada Ini Bukan Opera Sesaat" ( http://www.facebook.com/note.php?note_id=457569047342%EF%BB%BF) Saya mencoba mengexplore pertarungan batin yang ada dalam hati bang Arsid saat ini. Ada 2 (dua) hal penting yang menjadi beban Arsid Di Hati yaitu sebagai Birokrat dan satunya sebagai Putra Daerah yang harus memegang Amanah Pemilihnya. Sebagai Birokrat Tampilnya Arsid ke Panggung Politik bukanlah serta merta dan apa adanya, IJIN, RESTU dan SOKONGAN dari Pimpinan pastilah ada, tidak akan mungkin melenggang sendirian. Bila tidak Patuh pada RULE yang sudah disepakati, bisa terhenti karirnya di Birokrasi, dikucilkan dari habitatnya, punya Kursi Tanpa Berkas, berseragam Dinas Tanpa...